RENDEZVOUS: Sajak Perjuangan dari Em(b)ak-Em(b)ak Mahasiswa Tahun 2000


pict from google


Medio 2001 hingga 2003 mendapat amanah menjadi humas KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim indonesia) Komisariat Soedirman.

Kala itu, aksi turun ke jalan agaknya menjadi mata kuliah tambahan, sebab tiada pekan tanpa turun ke jalan.

Pasca reformasi 1998  pun demonstrasi tetap menjadi pilihan kami (mahasiswa) untuk berkomunikasi dengan mereka yang duduk di pemerintahan.


Saat long march menuju gedung RRI Purwokerto tempat kami akan berorasi, tak jarang kami berpapasan dengan kawan-kawan HMI dan GMNI yang kemudian bergabung dan berkolaborasi melakukan aksi dan orasi damai demi menyampaikan aspirasi untuk negeri


slayer KAMMI sejak 24 tahun lalu, yang menemani di setiap aksi
masih tersimpan rapi hingga hari ini


Melihat berita  di TV hari ini, rumah Sahroni disatroni massa yang mengamuk

macam ibu malin kundang yang mengutuk

Semua hancur, remuk


Emosi memuncak, kemarahan beranak pinak

Kekecewaan menggumpal macam ikan buntal


Rumah Uya Kuya, dijarah habis-habisan, tak bersisa

Rumah Sri Mulyani didatangi massa, kondisinya tidak jauh berbeda

Eko Patrio juga mengalami nasib yang sama

Nafa Urbach, tak berbeda jua


Menjarah itu salah

Tapi,

Tidak menemui rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi juga tidak benar


Siapa sebenarnya Sengkuni di negeri ini?

Siapa sebenarnya Voldemort di negeri ini?

Siapa sebenarnya Lex Luthor di negeri ini?

Siapa sebenarnya Joker di negeri ini?


Entah...


Namun, satu hal yang mungkin sedang terjadi, bahwa kini, delapan puluh tahun setelah Indonesia berdiri,

ibu pertiwi memang tidak lagi dijajah oleh kompeni

tetapi, 

dijajah oleh bangsa sendiri yang tak lagi punya nurani


Panjang Umur, Perjuangan

Lekas Pulih, Indonesia


Banjarnegara, senja terakhir di bulan kemerdekaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movie Time: Ruang Nostalgia (Review Film Rangga dan Cinta)

Resensi: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

Resensi Animal Farm: RESILIENSI