Movie Time: Paa
PAA
--(Sekali Lagi) Tentang Cinta--

*pict from www.pinterest.com
Saya
suka film India. Adakah yang satu selera dengan saya? ππ. Favorit
saya nih: Barfi, My Name is Khan, Taare Zameen Par, Khabhi Khushi Khabi
Gham, Kuch Kuch Hota Hai dan ini yang terakhir, Paa. Masih banyak yang
lain. Tetapi beberapa judul di atas sudah mewakili tiap genre ya. Ada
banyak hal yang saya dapat dari beberapa film tersebut. Tentu saja
selain mata jendol setelah selesai nontonπ
π
. Film Paa ini contohnya.
Film ini berkisah tentang penyakit kelainan genetik, yang disebut
Progeria. Sangat jarang terjadi di dunia. Dari 46 negara, terdapat 134
anak yang mengalami penyakit langka ini. Progeria disebabkan kelainan
genetik langka akibat kesalahan mutasi gen. Nih, gara-gara nonton film
ini, saya jadi penasaran tentang progeria. Anak yang menderita penyakit
ini,tubuhnya akan tumbuh dan menua lebih cepat.
Film yang rilis tahun 2009 ini mengisahkan tentang pasangan Amol Arthe (Abhishek Bachan) dan Vidya (Vidya Balan), yang sedang dimabuk asmara. Amol, seorang politikus muda dan Vidya, seorang mahasiswi kedokteran. Jika lazimnya katakan cinta dengan bunga, tidak demikian dengan film India. Ciri khas film India adalah katakan apapun dengan lagu dan tarian. Eh ,tapi di film ini, tidak ada adegan tarian massal. Menyanyi, menari ada. Tetapi hanya mereka berdua. Chemistry nya oke banget. Namanya aktor dan aktris handal ya. Sudah pasti prima aktingnya ππ. Di tengah cinta yang membara, setan masuk tuh. Jadi kebablasan deh π. Alhasil, Vidya hamil. Saat Vidya menyampaikan kabar kehamilannya, Amol yang sedang merintis karir politiknya, serta merta menyuruh Vidya menggugurkan kehamilannya (udah dosa, makin dosa lagi nih, si Amol). Vidya, yang kecewa dengan reaksi Amol hanya berucap: "Baiklah, aku akan mengaborsinya.". Nah, yang Amol tidak tahu, yang diaborsi bukan kehamilan Vidya. Tapi, cinta Vidya ke Amol langsung "diaborsi" saat itu juga. Pokoknya lo gue end. Karena Vidya bertekad akan melahirkan janin yang sudah bersemayam di perutnya, tanpa kehadiran Amol di sampingnya.
Film yang rilis tahun 2009 ini mengisahkan tentang pasangan Amol Arthe (Abhishek Bachan) dan Vidya (Vidya Balan), yang sedang dimabuk asmara. Amol, seorang politikus muda dan Vidya, seorang mahasiswi kedokteran. Jika lazimnya katakan cinta dengan bunga, tidak demikian dengan film India. Ciri khas film India adalah katakan apapun dengan lagu dan tarian. Eh ,tapi di film ini, tidak ada adegan tarian massal. Menyanyi, menari ada. Tetapi hanya mereka berdua. Chemistry nya oke banget. Namanya aktor dan aktris handal ya. Sudah pasti prima aktingnya ππ. Di tengah cinta yang membara, setan masuk tuh. Jadi kebablasan deh π. Alhasil, Vidya hamil. Saat Vidya menyampaikan kabar kehamilannya, Amol yang sedang merintis karir politiknya, serta merta menyuruh Vidya menggugurkan kehamilannya (udah dosa, makin dosa lagi nih, si Amol). Vidya, yang kecewa dengan reaksi Amol hanya berucap: "Baiklah, aku akan mengaborsinya.". Nah, yang Amol tidak tahu, yang diaborsi bukan kehamilan Vidya. Tapi, cinta Vidya ke Amol langsung "diaborsi" saat itu juga. Pokoknya lo gue end. Karena Vidya bertekad akan melahirkan janin yang sudah bersemayam di perutnya, tanpa kehadiran Amol di sampingnya.
Meski masih harus menyelesaikan kuliah, Vidya berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Auro. Selama kehamilan, Vidya tidak merasakan ada masalah. Jadi ketika si anak akhirnya didiagnosa menderita kelainan, sempat membuat Vidya kecil hati dan bersedih. Tapi hanya sesaat, karena dia menyadari bahwa jika bukan dia, siapa lagi yang akan berjuang untuk anaknya. Begitu ya fitrah seorang ibu, bagaimanapun kondisinya harus selalu kuat,apalagi di depan anak-anaknya. Vidya ini juga demikian. Segala macam observasi dilakukan termasuk menghubungi teman sejawatnya sesama dokter dari luar negeri, untuk mencari kemungkinan pengobatan bagi anaknya. Tapi semua nihil. Secara fisik, Auro tetap tumbuh lebih tua dari usianya.
Cerita semakin menarik saat Auro akhirnya bertemu dengan Amol. Auro tahu bahwa Amol adalah ayahnya. Tapi tidak dengan Amol. Amol Arte yang saat itu sudah menjadi seorang perdana menteri, berkunjung ke sekolah Auro. Pihak sekolah sudah mengatur agar setiap anak membuat tugas tentang negaranya, India. Satu karya yang menggambarkan India versi anak-anak. Begitulah sederhananya. Nanti karya terbaik akan mendapat hadiah dari sang perdana menteri yaitu Amol Arte. Auro ini,meski menderita progeria dan jantung --karena kelainan genetik ini juga berimbas ke kesehatan organ vitalnya--, ia memiliki IQ yang di atas rata-rata. Ia sangat cerdas. Singkat cerita, Auro mendapatkan hadiah pertama sebagai karya terbaik. Dari sinilah kemudian mereka sering bertemu. Bagian ini juga semakin membuat saya menyadari bahwa kelebihan dan kekurangan itu satu paket. Seperti sandal yang satu pasang. Tidak akan bisa berjalan jika kanan semua. Demikian juga jika kiri semua. Jadi harus ada kiri dan kanan. Agar bisa berjalan dengan baik. Iya,kita tetap membutuhkan kekurangan lho. Supaya kita tetap menyadari "kehambaan" kita. Dan supaya kita tidak jumawa dalam menjalani hidup. Bagaimanapun, ada Sang Maha yang memiliki segalanya, menentukan segala yang terbaik untuk kita.
Bagaimana kelanjutannya?. Tonton sendiri aja deh, biar lebih puaass. Yang pasti, siapkan tisu,kalau mau nonton ini. Apalagi pas bagian ending ππ. Film ini nggak ada konflik semacam ada penjahat, lalu polisi India datangnya telat ke TKP. Nggak ada ππ. Konflik lebih ke hubungan ayah dan anak. Eh iya, surprisenya lagi, Auro ini diperankan oleh ayah kandung Abhishek Bachan yakni Amitabh Bachan. Make up yang super keren, sukses mengecoh penonton. Nggak kelihatan kalau Auro diperankan oleh Amitabh Bachan.
Seorang ibu laksana karang di lautan. Harus kuat dan kokoh, apapun yang menerjang. Bahkan seandainya sedang berada di titik terendah sekalipun, bersyukurlah. Karena itu artinya, tidak ada tempat untuk bergerak selain ke atas. Bangkit dan hadapi semua dengan senyuman π.
Banjarnegara, 27 Juli 2019
πππππ
Komentar
Posting Komentar