Movie Time: IMPERFECT

             IMPERFECT
 

--Tentang Insekyur dan Bersyukur--



*pict from:goole



Ada dua alasan mengapa saya nonton film Imperfect. Pertama, karena Reza Rahadian🙈. Kedua, karena Fiersa Besari si penyanyi soundtrack film ini: "Pelukku Untuk Pelikmu"😍. Reza, jangan ditanya. Saya fans Reza dari zaman doi masih wira-wiri jadi bintang ftv. Urusan akting nggak diragukan lagi ya. Kalo Fiersa, saya tahu dari Adiba nih. Lagu-lagunya keren-kereeenn 😍.
Film kelima Ernest Prakarsa ini kalo menurut Kompas, semacam "surat cinta bagi mereka yang dipandang tak sempurna". Isu body shaming yang belakangan kembali marak dikemas apik menjadi tema utama film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, 'Imperfect' karya Meira Anastasia aka istri Ernest. Paket hemat nih Ernest. Dari novel istri, dijadikan film. Doi sendiri sutradaranya. Main juga dia di situ 😄.

Film drama komedi ini lucu, tapi nggak garing 😄. Geeerrr terus deh tiap detiknya. Ada sih beberapa scene yang melow, tapi nggak mengurangi unsur komedi di dalamnya. Dari tagline-nya---ubah insekyur jadi bersyukur (insekyur beneran ditulis begitu 😄)--udah kelihatan ya, bahwa lewat film ini pasangan sineas Etnest-Meira pengen ngasih tahu bahwa mencintai diri sendiri adalah bentuk syukur yang paling sederhana. Nggak perlu merasa nggak pede, apalagi nggak bahagia karena merasa nggak sempurna. Karena untuk bisa merasa bahagia tidak membutuhkan kesempurnaan, tetapi cukup dengan bersyukur dengan apa yang ada 😇😇.

The one and only, Reza Rahadian masih menjadi pilihan nomor wahid beberapa sineas,termasuk Ernest dan Meira. Terbukti di tahun 2019, Reza membintangi empat judul film: My Stupid Boss 2, Twivortiare, Habibie &Ainun 2 dan Imperfect. Sebuah capaian yang tidak semua aktor bisa raih. Mungkin ada komentar "Reza lagi, Reza lagi. Again and again". Ya tapi mau gimana lagi. Reza emang keren sih 😎😎👏👏.

Reza Rahadian sebagai Dika dipasangkan dengan Jessica Milla si Rara yang benar-benar bikin pangling karena berhasil menaikkan berat badan hingga sepuluh kilo. Dibanding film Reza yang lain, di film ini Reza tampak lebih "simple". Tanpa logat yang berbeda (misal di film Habibie &Ainun atau Benyamin Biang Kerok) dan tanpa make up yang bikin beda (macam aktingnya di film My Stupid Boss).

Tetapi yang simple dari Reza ini tetap membuat film Imperfect "wow" (semua tentang Reza selalu wow di mata saya 😅) dan pesan yang ingin disampaikan juga sampai ke penonton. Relate juga dengan kondisi sekarang. "Aroma" komedi semakin terasa karena cameo yang dihadirkan adalah alumni stand up comedy. Tapi sayang banget nih, komika favorit saya nggak dilibatkan. Siapa lagi kalau bukan Dodit Mulyanto. Best komika ever kalo menurut saya 😄.

Kemarin, di hari pertama tayang, ada sebuah komen di instagram yang menyebut film ini katanya termasuk "film rasa ftv". Konon kata karena konflik yang kurang tajam. Sah-sah aja yang komentar gitu sih. Namanya juga film, diproduksi, ditonton terus dikomen deh😄. 


Well, terlepas dari semua kritikan terhadap film ini, tema body shaming relate banget dengan kondisi sekarang yang membuat saya semakin menyadari betapa penting yang namanya bersyukur dan betapa nggak pentingnya yang namanya insecure 😊😊😊.
Selamat menonton 😊😊
💟kayaknya baru Reza Rahadian deh, aktor Indonesia yang dua filmnya dirilis dalam satu hari. Bikin bingung mau nonton yang mana dulu 😄😄
💟Salah dua film Reza tahun depan, Laila Majnun dan Abracadabra. Duh, awas aja kalo dirilis barengan lagi 😅.

Banjarnegara, 20 Desember 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movie Time: Ruang Nostalgia (Review Film Rangga dan Cinta)

Resensi: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

Resensi Animal Farm: RESILIENSI