Movie Time: BEBAS

                                                                     BEBAS

                                                    --That's What Friends Are For--




Maksud hati pengen seperti yang terpampang nyata di premiernya. Nonton film Bebas, dengan penonton yang membludak. Terus di akhir film,pas credit title  nyanyi lagu Bebas-Iwa K bareng-bareng satu cinema. Namun apalah daya, tak kesampaian. Kenapa?. Cuss.. baca cerita di bawah ini 😉😉.

Sebelumnya  nih, cerita dulu ya. Pas nonton film Hayya beberapa waktu lalu, jumlah penonton sangat membludak. Hampir penuh satu cinema. Hari itu adalah hari ketiga setelah naik layar. Kelar nonton Hayya, salah satu film yang ditunggu ya ini, Bebas. Saya kira,hari pertama langsung membludak,apalagi lihat artis pendukung dan promo-nya yang luar biasa. Tapiiii...ternyata kejadian lagi kayak pas nonton "Angel Has Fallen", harus nunggu karena jumlah penonton belum tujuh. Lebih tepatnya,baru saya sama Adiba yang mau nonton film ini 😅😅.

Film ini memang baru banget naik layar. Saya berdua Adiba,nonton di hari pertama dan di jam tayang yang pertama juga (Mas suami keluar kota. Jadi kencan berdua Adiba aja). Ternyata,film ini masih kalah saing--di Banjarnegara ya--dengan film Joker dan Danur yang tayang bersamaan. Satu cinema lagi film Inem Pelayan Seksi 🙈🙈, jam tayangnya malam hari,jadi nggak tahu ada peminatnya atau nggak. Hayya udah turun layar. kalau nggak salah,hanya lima hari. Singkat cerita,saya akhirnya nonton film Bebas. Mau tahu berapa jumlah penontonnya? EMPAT😅😅. Iyyyaa, cinema tiga,  tempat film karya Miles Production ini ditayangkan, di hari pertama, jam tayang pertama, hanya diminati Saya, Adiba dan dua orang lagi.
Gagal deh bikin video ala-ala. Ya kali cuma empat doang orangnya 😆😆😆.

Oke,kembali ke film. Kenapa saya pengen nonton film ini?. Karena saya suka banget sama Bebas-nya Iwa Kusuma. Ini lagu favorit dari zaman masih pake seragam biru-putih *ketauan umuuurr 🙈🙈. Udah, itu aja alasannya 😁😁. Saya nggak banyak baca pra produksi film ini ya. Tahu-tahu pas lihat trailernya, kayaknya seru. Dan backsound-nya itu lho, full lagu 90-an. Sebagai penikmat musik yang suka banget dengerin lagu pake walkman atau bahkan dengerin radio pada saat itu,ini film pas banget. Beneran diajak nostalgia pokoknya. Auto nyanyi tiap ada backsound yang mana lagu-lagunya itu lagu hits pada masanya. Spoiler sedikit nih ya, Bidadari-Andre Hehanusa, Cerita Cinta-Kahitna, Cukup Siti Nurbaya-Dewa 19 and many more 😉😉.

Meski alurnya maju mundur,tapi nggak bikin pusing. Jalan cerita juga oke. Tiap adegan itu,selalu bikin saya berpikir "eh, dulu aku juga gitu" 😅😅. Nostalgia beneran pokoknya. Salah satunya adalah, makan permen karet Yosan. Dulu ada sayembaranya kan?. Bikin rangkaian huruf Y-O-S-A-N yang setiap hurufnya ada di belakang bungkus permen. Tapi sampai sekarang, semua masih jadi misteri. Saya nggak yakin huruf "N" itu ada. Ngumpulin bungkusnya nggak pernah nemuin tuh huruf "N" 😂😂. Terus juga ingat dulu sampai harus nyisihin uang saku,demi bisa beli majalah Gadis, Aneka, Anita, Kawanku 🙈🙈. Pada masanya,saya pembaca setia keempat majalah itu 😅😅.

Ketika lihat trailernya pertama kali,saya pikir film ini terlalu "heboh" karena banyak banget cast-nya. Tapi ternyata semua pas. Nggak ada yang dominan atau peran nggak penting. Namanya juga kisah persahabatan enam orang,ya kisahnya tentang enam orang itu😊😊.

Lalu ada akting kejutan dari pemeran Novi di Film Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak, Dea Panendra yang bikin kami berempat ngakak so hard 😆😆. Daannn...surpriserly ada Reza Rahadian dong. Terkejut bener sayaaa. Sukaaa 😍😍😍.


Walaupun gagal bikin video ala-ala pas akhir film, but i'm happy, bisa mengeluarkan suara emas saya,nyanyi lagu hits 90-an di  bioskop yang isinya cuma empat orang 😎😎.





Ah,satu lagi. Tentang bahasa hits saat itu. Ada lho, dialognya di film ini. Dulu kalo ngatain teman,tapi yang dikatain ada di depan mata, ngomongnya pake bahasa ini. Macam bahasa Zimbabwe gitu 😆😆. Coba,ada yang tahu artinya nggak?

"bagahagagigiaga agadaga pagadaga hagatigi yagang begersugukugur" 😃


Kelar nonton film ini langsung inget That's What Friends Are For-nya Dionne Warwick, sang legend yang suaranya mantap jiwa. Film ini pas banget sama lirik lagu Tante Dionne😍.

Last, keluar dari cinema, meski gagal bikin video gara-gara yang nonton cuma empat orang,tapi terngiang sebuah kalimat yang keren nih dari Vina Panduwinata yang diperankan dengan sangat apik oleh Mbak Marsha Timothy (yang kayaknya suka mengkonsumsi formalin yak. kagak tua-tua perasaan. Dari dulu mukanya begitu aja 😅😅). Bahwa setiap kita adalah pemeran utama. Paling tidak untuk episode hidup kita sendiri. So gaes,apapun aktivitas kita,jangan lupa untuk selalu jadi diri sendiri. Cintai dan hargai diri kita, sebelum kita mencintai dan menghargai orang lain. Dan jangan lupa untuk selalu bahagia dan bersyukur😇😇😍.
*Yang nonton cuma empat. Satu yang fotoin.jadi yang tampak cuma tiga 😄.  Mereka juga pasangan ibu dan anak (anaknya seumuran Adiba). Udah izin,boleh dishare fotonya. Kata si Mbaknya,ini juga kali pertama,dia nonton dengan jumlah penonton "sebanyak" ini 😅😅.

Banjarnegara, 5 Oktober 2019

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movie Time: Ruang Nostalgia (Review Film Rangga dan Cinta)

Resensi: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

Resensi Animal Farm: RESILIENSI