Resensi I Have a Dream



All bout Struggle

Cita-cita takkan menjadi kenyataan kecuali lewat kuatnya kemauan dan hebatnya perjuangan"
(Arif Rahman Lubis)

Judul Buku: I Have a Dream (Selalu Ada Jawaban di Balik Doa dan Selalu Ada Jalan di Setiap Masalah)
Nama Pengarang: Arif Rahman Lubis
Penerbit: QultumMedia
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 227 halaman
Harga: 60.000

Out of favourite genre nih sebenernya๐Ÿ˜€. Tapi jadi tantangan tersendiri juga sih. Bisakah 'menaklukkan' buku jenis ini. Let's check this resensi ๐Ÿ˜ƒ.

Muda mendunia sepertinya tidak hanya sebuah slogan semata. Sejarah mencatat, ada sejumlah tokoh muda nan berpengaruh yang meraih kesuksesan di usia muda. Ini bukan sebuah cerita fiksi. Tetapi kenyataan yang benar-benar terjadi, bahwa sangat penting bagi anak muda untuk memiliki sebuah mimpi, yang akan membuat hidup lebih terarah, fokus pada usaha untuk mewujudkannya. Hal inilah yang coba disampaikan oleh Arif Rahman Lubis melalui sebuah buku dengan judul “I Have a Dream”. Penulis kelahiran Aek Loba, Sumatra Utara 33 tahun silam, mencoba berbagi kisah tentang kekuatan doa dan usaha dalam mewujudkan mimpi, cita-cita atau harapan (auto nyanyi Laskar Pelangi-nya Nidji). Seseorang dapat hidup satu bulan tanpa makan, tetapi seseorang tidak dapat hidup, bahkan hanya untuk satu hari, jika tanpa cita-cita. Itulah mengapa, cita-cita atau harapan harus kita pelihara layaknya anak-anak jiwa yang kita jaga asupan gizinya melalui doa dan usaha, sehingga dapat terwujud pada suatu masa. Mempunyai cita-cita yang jelas membuat kita tidak pernah lupa berdoa agar Allah menunjukkan jalan dan memberi pertolongan dalam mencapai mimpi kita itu (halaman 14). Bukan perkara mudah untuk mewujudkan cita-cita, tetapi saat kita terus menggenggam dan meletakkannya dalam hati sebagai sebuah tekad yang kuat, maka sesulit apapun proses pendakian untuk mencapainya, pasti akan sampai (halaman 34). 
  
Buku motivasi karya penulis alumni ITB ini tidak menjanjikan sebuah jalan manis untuk mencapai tujuan (ITB oh ITB, saya selalu takjub dengan semua orang yang 'lahir' dari kampus yang satu itu๐Ÿ˜). Namun sebaliknya, membaca buku ini semakin membuka mata bahwa tidak ada jalan mudah untuk mewujudkan sebuah cita-cita. Ada perjuangan, kerja keras, doa, bahkan air mata yang mengiringi sebuah pencapaian. Ciri khas buku karya Arif Rahman Lubis adalah quote-quote tentang motivasi yang sangat mengena. Namun quote dalam bukunya kali ini tidak ditampilkan dalam halaman khusus seperti pada karyanya yang lain, melainkan terdapat pada judul bab dan sub bab yang cukup ear catching layaknya kata-kata bijak atau quote. Misalnya Terus Menanam Walaupun Ini Hari Terakhirmu, Bekerja Keras itu Memuliakan,  Yang Menanam Akan Menuai, Nilaimu adalah Kebaikan yang Kamu Perbuat adalah beberapa judul bab yang layak kita sebut sebagai quote. 

Tantangan membaca sebuah buku motivasi adalah cepat merasa bosan. Namun tidak demikian dengan membaca karya Arif Rahman Lubis ini. I Have a Dream terasa nikmat untuk “dikunyah” hingga lembar terakhir. Andaikan buku ini sepotong pizza, maka kita akan dibuat tidak ingin berhenti mengunyah hingga slice terakhir. Hal ini disebabkan karena dalam setiap bab, selain berisi tips meraih kesuksesan, juga disertai dengan kisah-kisah sukses para pejuang cita-cita dan impian di seluruh belahan dunia. Mereka yang tidak mengenal kata menyerah. Mereka yang menjadikan cibiran dan hinaan sebagai pelecut untuk terus berjuang. Jika kita merasa gagal dan menemui jalan buntu untuk mewujudkan cita-cita, maka yakinlah bahwa bukan hanya kita yang mengalamainya. Ada banyak orang di luar sana yang mengalamai hal serupa. Kita akan mengenal Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Matt Mullenmeg, Bill Gates, Larry Page, Sergey Brinn, Soichiro Honda dan Walt Disney yang memulai usaha berskala internasional di usia relatif muda yaitu berkisar antara 19 hingga 25 tahun (halaman 40 dan halaman 162). Kesuksesan yang mereka raih tidak terjadi begitu saja. Ada banyak air mata dan kerja keras dibalik gemilangnya pencapaian mereka. 
  
Membaca buku ini juga membuat kita semakin percaya bahwa ada sebuah kekuatan yang akan menjadi bantuan terhebat dalam mewujudkan cita-cita. Kekuatan itu bernama doa (halaman 36). Apalagi doa dari Ibu. Perempuan luar biasa, yang dengan taruhan nyawanya, melahirkan kita di dunia. Perempuan luar biasa yang doa dan harapannya mampu menembus langit bahkan mengguncang Arsy Allah (i love you, Ibu๐Ÿ˜) . Kisah Syaikh Abdurrahman As Sudais, Imam Syafi'i dan Imam Bukhari membuktikan bahwa kekuatan doa dari orang tua, apalagi doa dari ibu sangat luar biasa sebagai amunisi dalam mewujudkan cita-cita (halaman 36). 

Diantara banyak “kelezatan” dari buku ini, ada sedikit “rasa” yang kurang, yaitu kisah sukses yang diangkat dalam buku ini, lebih banyak mengangkat kisah tokoh dari luar negeri. Hanya ada beberapa kisah dari tokoh yang berasal dari Indonesia, misalnya keberhasilan dr. Lie A. Dharmawan sebagai pelopor floating hospital atau Rumah Sakit Apung di Indonesia (halaman 141) dan Mansyur Semma, seorang tunanetra yang berhasil meraih gelar doktor di usia 44 tahun dan menjadi dosen (halaman 211). Indonesia memiliki banyak tokoh muda yang berhasil meraih kesukesan di usia yang relatif belia. Buku ini akan terasa lebih “sempurna” jika kisah sukses yang dijadikan contoh didominasi oleh kisah sukses anak-anak muda Indonesia, karena mereka ada di depan mata, ada di Indonesia. Meskipun demikian, buku ini tetap layak disebut sebagai salah satu buku motivasi terbaik di negeri ini. Dengan warna sampul yang cerah dan desain cover yang unik dapat langsung menarik perhatian siapapun yang melihatnya (jatuh cinta pertama kali dengan buku ini karena cover kuningnya. yellow is my favourite color๐Ÿ˜). 



Membaca 227 halaman “I Have a Dream”, membuat keyakinan semakin besar untuk menggapai cita-cita. Paling tidak ada enam cara agar cita-cita dapat tercapai, yaitu belajar sepanjang usia, berdoa, bekerja keras, selalu fokus pada kemampuan kita, selalu menebar kebaikan dan jangan penah menyerah.  Ingatlah selalu bahwa hasil tidak pernah menghianati proses. Tidak perlu merasa sedih ataupun menderita jika menemui kegagalan . Karena penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika kita kehilangan kepercayaan diri dan harapan.

***

A dream doesn’t become reality through magic. It takes sweat, determination and hard work”
(Impian tidak menjadi nyata melalui sihir. Dibutuhkan keringat, kebulatan tekad dan kerja keras)
(Colin Powell)


 
๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movie Time: Ruang Nostalgia (Review Film Rangga dan Cinta)

Resensi Animal Farm: RESILIENSI

Manchester United, Tepuk Sakinah dan Wedding Anniversary