WONATA, AYAM KRIUK DAN SLEEPER BUS

     Pekan lalu,  sepulang trip dari Bekasi,  saya dan Adiba mencoba sleeper bus-nya Sinar Jaya.  Sebenarnya mau naik kereta, tetapi apalah daya, Banjarnegara tak punya stasiun apalagi kereta. Yang tersisa hanya rel peninggalan zaman purbakala yang kini disulap jadi resto hits favorit kawula muda.

    Kami beli tiket via Red Bus dengan harga 270 rb.  Sebelumnya, kami lihat testimoni dari para suhu travel vlogger tentang si suite class bus ini. Dua catatan saya: pilih seat di bawah karena ac seat atas lebih dingin dan kalo duduk di atas harus lebih siap untuk "terguncang."

    Qadarullah, seat bawah tinggal satu. Supaya tetap bisa bersebelahan, kami memilih seat atas, 13 dan 15.  Atas-bawah ini bukan berarti bus nya tingkat ya.  Seat-nya saja yang atas bawah. Trus naiknya gimana?. Pake tangga?.  Bukan dong.  Ada pijakannya. Aman,  no problemo. Satu suite class bus ini berkapasitas 32 seat (kalo nggak salah hitung ya ) 




    Kami berangkat dari Bekasi jam 17.00, karena di Red Bus tertera jam keberangkatan di jam 18.30. Sampai di terminal Pulo Gebang, kami print tiket dan dapat info dari petugas kalo bus berangkat jam 19.00. Kami pun turun ke lantai 1 (print tiket di lantai 2), dan memutuskan untuk menunggu waktu keberangkatan sembari menunggu  maghrib di masjid terminal yang terletak di lantai 1. Niatnya mau sekalian beli makan, karena biasanya istirahat di rest area sudah larut, sekitar jam 10. 

    Selesai sholat, waktu menunjukkan pukul 18.25. Kami pun bergegas membeli makan. "Take away aja, Ma.  Kita makan di atas" request Adiba lalu membawa langkah kami ke gerai ayam di sebuah minimarket.  Makan di atas yang Adiba maksud adalah makan di lantai 3, dekat pintu keberangkatan.

    Sudah menjadi kebiasaan,  kalo trip naik bis begini, saya lebih sering skip makan malam, cukup pop mie (belum sah jadi penumpang bus malam klo belum makan pop mie di rest area😄). Berbeda dengan Adiba yang nggak bisa skip makan nasi dalam kondisi apapun. Adiba akhirnya memilih ayam kriuk berukuran cukup besar (karena tahu mamanya bakalan minta haha)  dan nasi satu porsi. 

    Selesai membayar,  saya dan Adiba yang masing-masing membawa tas ransel dan tas tenteng plus kantong oleh-oleh berjalan santai menuju lift yang akan membawa kami ke lantai 3. Penuh percaya diri, kami berjalan dengan anggunly diselingi haha hihi super exited karena mau naik suite class bus untuk pertama kali. Dan kami pun berencana membuat vlog ala travel vlogger. Meski tak punya youtube channel, minimal bisa untuk status wa 😅.

    Tepat pukul 18.35, saat kami keluar dari lift di lantai 3, saya menanyakan kepada salah satu petugas dengan menunjukkan tiket. "Busnya belum datang.  Nanti jam 7" kata si petugas saat saya memastikan perihal keberangkatan bus sesuai tiket yang saya pegang. Saya pun beranjak untuk bergabung dengan Adiba yang sedang membuka box ayam kriuk di salah satu kursi tunggu penumpang.

    Berjalan santai menuju kursi dimana Adiba duduk,  saya melihat ada sedikit keramaian di arah pintu 2 tepat di depan sebuah bus bertuliskan Tangerang-Wonosobo via Belik. Keramaian disini adalah obrolan antar crew bus, dengan gesture sedang mencari seseorang. Beberapa potong kalimat yang saya dengar,  "kurang dua", "tunggu berapa menit?", "panggil dulu 3x kalo nggak ada, tinggal."

    Detik berikutnya, saya sudah nimbrung dengan Adiba yang tengah asyik menikmati makan malamnya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?. Tiket aman, waktu keberangkatan masih lumayan lama. Cukup untuk kami santai sejenak. Adiba bisa menghabiskan makan malamnya, dan saya bisa "melahap" beberapa halaman dari buku yang sedang saya baca. Ternyata....

Saya lalu cerita ke Adiba bahwa ada  dua penumpang yang belum datang. Adiba hanya mengangguk-angguk sambil tetap menikmati ayam kriuk.

    Dalam hati saya berdoa,  semoga dua orang itu segera datang,  supaya nggak ditinggal bis😌.

    Tiba-tiba terdengar suara dari bagian informasi:

    "Panggilan kepada Bapak Wonata dan Ibu Adiba.  Penumpang Sinar Jaya suite bus jurusan wonosobo"

    Adiba tak bergeming, masih menikmati makan malamnya. Saya pun sama.  Hanya sempat mbatin "eh,  ada yang namanya Adiba juga. Kalo Wonata, jelas bukan nama saya. Bapak-bapak pula"😅

    Panggilan diulang sampai 3 x, saat tiba-tiba saya teringat bahwa, orang sering salah memanggil nama lengkap saya. Dulu pernah kejadian, Qonata, jadi GonataDonata,  Sonata,  Ponata apakah ini saatnya Wonata

    Serta merta ayam yang sedang saya pegang, saya taruh di box dan saya bergegas menuju sumber suara.  

    Dan benaaaar sodara-sodaraaaa,  sleeper bus yang akan kami naiki adalah sleeper bus jurusan Kalideres-Wonosobo via Belik yang sudah ada di depan pintu keberangkatan 2 sejak saya dan Adiba baru keluar lift.  Keributan yang saya lihat,  dua penumpang yang belum datang, ditunggu crew dan seluruh penumpang bis adalah kami berdua.  Yang jika lima menit lagi tidak muncul batang hidungnya,  maka ditinggal 😆.



                                                                boardingpassnya Bapak Wonata haha


    Pernah nonton film Home Alone 1, saat Kevin McCallister ketinggalan pesawat?. Nah, adegannya mirip seperti itu.  Bedanya kami berlari-lari di terminal, khawatir ketinggalan bis, sedangkan keluarga McCallister berlari-lari di bandara, takut ketinggalan pesawat. 

    Adiba nyaris meninggalkan ranselnya saat langsung berlari dengan hanya membawa tas tenteng. Alhamdulillah ada orang baik yang mengingatkan.  Saya? minta maaf  kepada crew bus dan penumpang lain,  karena hanya kami berdua yang belum naik ke bus 🙈(dan crew juga minta maaf karena ada kesalahan menulis nopol bis nya), lalu dibantu crew,  saya memasukkan ransel-ransel kami ke bagasi, melepas sepatu dan memasukkannya ke dalam kantong plastik pemberian crew (iyes masuk bis,  sepatu dilepas karena lantainya full karpet.  Bersiiiihh👍).

Ini pentingnya kita harus teliti kalo urusan pertiketan begini. Jangan sampai salah jam, apalagi salah hari 😊. 

    Keistimewaan sleeper bus ini,  pertama,  setiap barang yang dimasukkan bagasi akan diberi nomor dan kita akan diberi kartu dengan nomor yang sama,  sehingga tidak akan tertukar dengan penumpang lain. Kedua,  di rest area,  tempat makan terpisah dengan penumpang lain. Jadi lebih nyaman. Lebih tepatnya antreannya nggak terlalu panjang. Ketiga,  AC di seat atas, beneran sedingin ituu. Uaaddeemmm poolll. Kalo yang terbiasa di hawa dingin atau AC dengan suhu rendah, cocok lah😃.  Lalu untuk goncangan, tidak berbeda dengan seat di bawah saya rasa (duduk di seat bawah sama seperti naik bis biasa).  Next,  kalo naik lagi,  saya mau nyoba di seat bawah.  Bukan karena goncangannya,  tapi kagak kuat dinginnya 😅.  Oiya, ada AVOD (Audio Video On Demand) juga di setiap seat-nya. Lumayan, bisa nostalgia nonton film-film lama. Sepanjang malam, jika tidak tidur, saya bernostalgia dengan serial friends 😍.


                                                     tas dapat nomor juga. In syaa Allah aman, nggak ketuker 


     Well,  dengan 270rb cukup worth it fasilitasnya. Oiya,  rute sleeper bus yang kami naiki ini, dari Kalideres-Pulo Gebang jurusan Wonosobo lewat Belik (Pemalang).  Agak beda dengan rute yang biasa saya lewati.  Jadi tambah pengalaman pastinya muter dulu lewat Pemalang 😊.

Gimana dengan bus tour or something like travel vlogger? 

Bubaaaaarr.  Wong begitu kami naik, duduk, baru lurusin kaki, bahkan belum sempat ngerapiin barang, bus sudah melaju 😂.

Alhamdulillah,  masih rezeki kami sore itu bisa naik sleeper bus. Lancar sampai rumah. Selamat, sehat dan bahagiaaaa😊💜


Banjarnegara,  Februari 2025





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Movie Time: Ruang Nostalgia (Review Film Rangga dan Cinta)

Resensi: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

Resensi Animal Farm: RESILIENSI